Lampu Gantung Unik
Lampu gantung yang terbuat dari plat logam terinspirasi dari kebudayaan masa lampau, seperti lentera dan lampion yang telah digunakan sejak zaman dulu. Lampu sebagai penerangan sudah digunakan sejak Zaman Batu, meskipun bentuknya berbeda dengan lampu sekarang. Pada zaman itu, manusia memanfaatkan lemak yang diletakkan pada batu berlubang untuk menghasilkan cahaya sebagai penerangan di malam hari.

Pada masa berikutnya, penerangan berevolusi menjadi lilin. Lilin awalnya terbuat dari lemak yang dibekukan, dan saat dibakar, ia menyulut api yang akhirnya meleleh habis. Lilin digunakan dalam waktu lama hingga akhirnya ditempatkan dalam lampion, yang bisa digantung sebagai penerangan atau dibawa saat berjalan di malam hari. Secara tradisional, berbagai bahan digunakan untuk lampu, seperti lilin dari sari lebah, lentera minyak zaitun, dan minyak lainnya yang dibakar dalam piring untuk menghasilkan cahaya portabel, mirip dengan penggunaan senter saat ini.
Sekitar tahun 1800-an, lampu berbahan bakar gas ditemukan. Lampu gas lebih terang dan tahan lama dibandingkan lilin atau lampu minyak. Lampu ini digunakan oleh para perawat tentara yang terluka pada malam hari selama peperangan. Pada abad ke-19, sekitar tahun 1900-an, lampu listrik ditemukan sebagai penemuan penerangan paling mutakhir. Lampu listrik ini bisa dipasang di rumah dan di jalan, dan masih digunakan hingga kini sebagai sumber penerangan.
Replika Lampu Nabawi
Replika lampu Masjid Nabawi adalah lampu gantung yang terinspirasi dari lampu yang terdapat di Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi. Lampu ini disukai karena desainnya yang menggabungkan ornamen khas dari Masjid Nabawi. Replika lampu nabawi terbuat dari kuningan dan didukung rangka besi, menjadikannya sangat kokoh. Kap lampunya menggunakan resin putih halus, dipadukan dengan bohlam LED untuk pencahayaan yang merata dan lembut. Ukuran dan jumlah tangkai lampu dapat disesuaikan dengan ukuran ruangan, umumnya berdiameter 1 hingga 6 meter.
Yang khas dari replika lampu Nabawi ini adalah kaligrafi yang terukir di rangkanya. Pengrajin logam tembaga dan kuningan membuat kaligrafi indah sesuai dengan desain aslinya menggunakan teknik pahat. Selain itu, warna logam kuningan yang mengkilap menambah kesan bercahaya pada ruangan. Hiasan logam tembaga dan kuningan, seperti yang terdapat di Masjid Nabawi, sering menjadi pesanan di pengrajin kerajinan tembaga dan kuningan, salah satunya Java Coppercraft yang berlokasi di Cepogo, Boyolali.
Contoh Replika Lampu Nabawi Buatan Kami
Kami sudah beberapa kali melayani pembuatan Replika Lampu Nabawi. Berikut ini beberapa produk Replika lampu Nabawi tembaga dan kuningan buatan kami:
